Sabtu, 05 Desember 2015

Surya Bagai Cambuk

Begitu cepat malam berlalu
Tergantikan oleh sang surya
Hanyutlah syahdu yang baru tercipta
Sadarkanku, tawarkan kehidupan bagai cambuk

   Suara detak jantung mulai lepas batas
   Bercampurkan kebimbangan
   Menjerat nurani dengan besi besi panas
   Bagai laut yang terwarnai oleh birunya awan

Hanya kesepian yang memanjakan
Bersama menantikan pagi
Tanpa sadar makin ku terlena
Makin ku tersisi, kini ku sahabat sejati sepi

1 komentar:

  1. Boleh juga ... tapi kebanyakan makan ati
    Tapi ya itu tadi .... dikit-2 curhat, dikit-2 curhat
    Curhat kok sedikit, sekalian yang banyak sekali curhatnya

    BalasHapus